KONDISI KESUBURAN PERAIRAN YANG BERBATASAN DENGAN AKTIVITAS PERTANIAN DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON JENIS HARMFULL ALGAE BLOOMS (HABs) DI PESISIR MANIKIN TELUK KUPANG

Authors

  • Mery Rambu B Djoru Universitas Kristen Artha Wacana
  • Arista M. Tamonob Universitas Kristen Artha Wacana
  • I Dewa Agung Ayu Ratih Ratna Adi Universitas Kristen Artha Wacana

Keywords:

Kesuburan Perairan, Manikin, Harmfull Algae Blooms (HABs), Teluk Kupang

Abstract

Daerah pertanian pesisir yang berbatasan langsung dengan Teluk Kupang mencapai kurang lebih 500 Ha. Dengan mengaplikasikan pupuk kimia Urea dan SP36 pada lahan sawah setiap tahunnya, maka perairan Teluk Kupang akan mendapatkan asupan unsur hara N dan P yang cukup besar. Zat hara melimpah pada perairan dapat meningkatkan produktivitas perairan karena dapat meningkatkan pertumbuhan fitoplankton yang berperan sebagai produsen pada perairan. Namun, fitoplankton yang mengandung racun juga dapat ikut berkembang sehingga membahayakan organisme akuatik dan manusia yang mengkonsumsi ikan dan kerang yang terpapar racun dari fitopankton berbahaya atau disebut Harmfull Alga Blooms (HABs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesuburan perairan pesisir Manikin yang berbatasan langsung dengan aktivitas pertanian di Teluk Kupang dan mengetahui keberadaan serta kelimpahan fitoplankton jenis Harmfull Algae Blooms (HABs), dengan mengukur parameter fisik (suhu, kekeruhan), kimia (pH, nitrat, nitrit, fosfat) dan biologi (klorofil-a, fitoplankton) melalui metode observasi dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Manikin berada dalam kondisi Sangat Subur (Eutrofik) dan telah ditemukan spesies fitoplankton jenis HABs pada perairan dari kelas Bacillariophyceae jenis Nitzchia sp dan Thallasiosira sp dengan kelimpahan sel sebesar 4.6153 sel/L dengan rata-rata 2.3076 sel/L. Masuknya dalam kategori Sangat Subur, mengindikasikan bahwa perairan ini berpotensial mendukung kehidupan biota laut namun juga dapat berpotensi terjadinya blooming fitoplankton jenis HABs yang berbahaya pada perairan, sehingga perlu mendapat perhatian untuk mengantisipasi kejadian HABs.

Published

2022-06-11